Puisi: Para Pelaut



Kau dan aku

Adalah pelaut yang kesepian

Sama-sama merindukan dermaga

Tempat berlabuh hati yang rapuh


Kau dan aku

Adalah kelasi yang sendirian

Terbata-bata membaca peta

Mengelana di antara biru yang seolah tak ada ujungnya


Saat badai melanda

Aku melihat kapalmu terempas

Tanpa pikir panjang aku melompat

Tanpa sekoci, tanpa pelampung,

Hanya keinginan kuat untuk menyelamatkanmu


Kapalmu porak poranda

Lengan dan wajahmu terluka

Aku menarikmu sekuat tenaga

Meski aku sendiri kehabisan daya


Pada akhirnya kita

Berdua terombang-ambing

Dimainkan ombak

Dinyanyikan petir

Ditangisi hujan


Kau dan aku

Pelaut yang sama-sama tenggelam

Tak pernah mencapai dermaga impian


Tapi

Di dalam mimpiku

Tubuh kita bersatu


Comments