Puisi: Kisah tentang Sebuah Sungai dan Seorang Pemuda




Sungai :

Pada pagi berkabut

Seorang gadis mendekat ke arahku

Meninggalkan jerejak pada embun

Dengan lirih ia berkata


"Sungai, pada aliranmu kuhanyutkan sebuah rindu

Yang meninggalkan lukanya dalam hatiku

Karena aku terlanjur tak mampu

Menahan rasa yang membekukanku

Maka, kupercayakan engkau, sungaiku

Tuk sampaikan cinta yang pilu


Lalu ia letakkan secarik kertas dalam botol usang

Yang berlayar atas bantuan angin

Terantuk batu, tersangkut ranting

Tak hancur, tetap setia

Mengarungi lekuk dan liku tubuhku

Untuk sampai pada pemiliknya.

Pemuda :


Sebuah sungai pernah berkata padaku

Datanglah ke sini pada penghujung sunyi

Sentuhkan kakimu pada airku

Bukan hanya kesejukan yang kau temukan

Namun berita dari hulu yang mengabarkan


Suatu hari, suatu pagi

Sebuah cinta nyata pergi

Yang mungkin tiba di tanganmu

Yang berkeriput tertusuk dingin.


Maka kujalankan pesan sang sungai

Dan tanganku menemukan secarik kertas dalam botol usang

Yang bertuliskan...


"Kularungkan cintaku

Pada sungai yang amanah

Biar ia temukan muara rindunya

Pada delta pemberhentiannya

Atau tenggelam di palung terdalam

Dan hilang, karam, tanpa jejak."


Lalu aku tergugu

Karena di bawahnya ada namaku



10 Februari 2009

Comments